SPPG Pamekasan Ditangguhkan Usai Menu Viral Jadi Sorotan
Joya Damara
Editor
Geger Menu MBG: SPPG Pamekasan Dihentikan Sementara Setelah Viral di Media Sosial
Kontroversi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pamekasan harus dihentikan sementara, memicu perhatian publik dan pejabat terkait.
Operasional SPPG Pamekasan di wilayah Pademawu, Buddagan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, dihentikan sementara setelah sebuah video viral memperlihatkan ikan lele yang tampak mentah dalam paket menu MBG. Video tersebut beredar luas di media sosial, memicu kritik dari pihak sekolah dan orang tua siswa, serta menimbulkan pertanyaan tentang standar keamanan dan kualitas makanan yang diberikan.
Pihak sekolah secara tegas menolak paket makanan yang dianggap tidak layak dikonsumsi, memaksa Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi cepat. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur standar untuk memastikan setiap paket MBG memenuhi standar gizi dan kesehatan sebelum disalurkan ke siswa.
Meski video viral hanya menampilkan sebagian menu, BGN menjelaskan bahwa paket MBG sebenarnya terdiri dari berbagai komponen lain, termasuk tahu, roti pizza, telur rebus, susu full cream, dan buah naga. Penambahan informasi ini penting agar masyarakat memahami bahwa menu MBG secara keseluruhan tetap memenuhi target gizi yang ditentukan.
Selain Pamekasan, penghentian sementara juga berlaku pada ratusan unit SPPG lain di Pulau Jawa, sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh untuk memastikan kualitas, keamanan, dan kepatuhan terhadap standar penyajian makanan. Evaluasi ini melibatkan pemeriksaan bahan, metode pengolahan, hingga distribusi ke sekolah.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN menegaskan bahwa penghentian operasional ini bersifat sementara dan bertujuan sebagai langkah proaktif. Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki sistem pengolahan dan distribusi MBG agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program gizi nasional.
Dengan pendekatan evaluasi yang menyeluruh ini, diharapkan program MBG dapat kembali berjalan dengan lebih aman, bergizi, dan diterima baik oleh seluruh pihak terkait.