Menkeu Purbaya Bantah Ekonomi Indonesia Melemah, PMI Manufaktur Tembus 53,8
Joya Damara
Editor
gosipnetizen.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa kondisi ekonomi Indonesia sedang melemah atau bahkan menuju resesi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/3/2026).
PMI Manufaktur Tunjukkan Tren Positif
Purbaya menjelaskan bahwa salah satu indikator yang menunjukkan kekuatan ekonomi Indonesia adalah purchasing managers index (PMI) manufaktur.
Menurutnya, PMI manufaktur Indonesia pada Februari 2026 tercatat berada di angka 53,8, yang menjadi salah satu level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Angka tersebut menunjukkan aktivitas sektor manufaktur masih berada pada fase ekspansi.
Inflasi Dinilai Masih Terkendali
Purbaya juga menyinggung angka inflasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 4,76 persen secara tahunan (year-on-year).
Namun ia menjelaskan bahwa angka tersebut dipengaruhi oleh efek perbandingan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pada Januari hingga Februari 2025, pemerintah sempat memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen sehingga angka inflasi pada periode tersebut tercatat sangat rendah.
Menurut Purbaya, jika faktor subsidi listrik tersebut dikeluarkan dari perhitungan, tingkat inflasi sebenarnya hanya berada di kisaran 2,59 persen.
Ia pun menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional masih berada dalam kondisi yang stabil dengan berbagai indikator yang menunjukkan kinerja positif.